Siang itu, hari jumat, kamu duduk tepat disebelahku, sambil serius
mengerjakan tugas uts take home tapi kamu masih sempat bersikap konyol
berusaha membuatku tertawa. aku sangat suka melihatmu tertawa lepas
seperti itu, tertawa sembari bertingkah laku konyol yang akhirnya selalu
berhasil membuatku tersenyum hingga akhirnya tertawa lalu cemberut
manja. dan kamu dengan senyum tulusmu mengusap lembut kepalaku dan
meminta ku untuk tesenyum lagi.
ya Tuhan…. laki-laki ini telah
membuatku luluh hanya dalam hitungan detik, lalu aku tersadar bahwa aku
telah jatuh hati sangat teramat dalam pada lelaki berdarah medan ini.. benar-benar jatuh hati…
bahu itu, yang selalu menjadi tempat bersandar, rasanya sangat
nyaman, dan kamupun tak pernah keberatan jika kepalaku bersandar disitu
bahkan kamu tak segan memintaku untuk bersandar di bahumu, itu selalu
jadi waktu favoritku, bersandar manja di bahumu.
siang itupun terkadang aku menyandarkan kepalaku dibahumu, aku senang, karena kamu tak pernah meminta agar aku berhenti bersandar di bahumu, kamu selalu dengan ikhlas membiarkanku bersandar dibahumu..
aku tak akan pernah lupa bagaimana kamu dengan gemasnya mencubit pipi
gembulku, mencubitnya manja. cubitan yang seharusnya sakit tapi tak
akan pernah terasa sakit, karena aku bisa merasakan rasa sayangmu yang
tulus.
siang itu aku ikut mencubit pipimu, kamu ingat? menyubitmu gemas,
kenapa sih aku bisa sangat teramat-amat sayang ama kamu.
siang itu aku menatapmu dalam, sesosok laki-laki yang sedang duduk
disebelahku, laki-laki yang kini membuatku tak bisa lepas darimu, sosok
laki-laki yang akhir akhir ini sering membuat perutku geli seakan ada
kupu-kupu yang berterbangan,
sesosok laki-laki yang senyum manisnya
selalu bisa membuatku luluh,
sesosok laki-laki yang tawanya sangat
renyah,
sesosok laki laki yang aku anggap bukan hanya pacar tapi juga
seorang kaka,
sesosok laki-laki yang selalu melindungi aku hingga aku
selalu merassa aman didekatnya,
sesosok laki-laki yang punya selera
humor dan selalu berhasil membuatku tertawa,
sesosok laki-laki yang
genggaman tangannya sangat hangat,
sesosok laki-laki yang bahunya selalu
jadi tempat nyaman untuk bersandar,
sesosok laki laki yang menurutku
dia laki-laki terganteng ke 2 setelah ayahku,
sesosok laki-laki yang
akhir-akhir ini selalu ada di kepalaku, sesosok laki-laki yang selalu
dengan sabarnya mengerti aku, sesosok laki laki yang bisa membuatku
ketakutan bukan main saat marah,
sesosok laki-laki yang aku sayangi
dengan tulus, sesosok laki-laki yang bagaimanapun dia akan selalu ada
dihatiku, ditempat yang paling spesial…..
entah sudah seberapa dalam perasaanku pada laki-laki ini, laki-laki yang sangat aku takutkan kepergiannya…
aku masih menatapmu dengan dalam, membayangkan bagaimana perasaanmu padaku, memikirkan tentang kita, bertanya-tanya mengapa kita berbeda.
sudah cukup, jangan pikirkan lebih jauh lagi, aku tak mau nantinya kita
terlibat pertengkaran karena perbedaan, aku masih belum sanggup untuk
melepasmu, masih belum siap berpisah denganmu, itu sebabnya aku tak
pernah dan tak ingin berbicara tentang perbedaan kita.
biarlah untuk
waktu yang entah sampai kapan kita merasa sama….
mungkin aku terlalu lama menatapmu hingga akhirnya kamu tersadar dan
bertanya ttg tingkahku yg aneh, aku hanya tersenyum, menarik napas
panjang dan berkata “gapapa” dalam hati aku berbisik I do love you.
Sumber : https://tulisantentangakudankamu.wordpress.com/tag/tulisan/

No comments:
Post a Comment