Sunday, April 5, 2015

Laki-laki yang duduk disampingku


Siang itu, hari jumat, kamu duduk tepat disebelahku, sambil serius mengerjakan tugas uts take home tapi kamu masih sempat bersikap konyol berusaha membuatku tertawa. aku sangat suka melihatmu tertawa lepas seperti itu, tertawa sembari bertingkah laku konyol yang akhirnya selalu berhasil membuatku tersenyum hingga akhirnya tertawa lalu cemberut manja. dan kamu dengan senyum tulusmu mengusap lembut kepalaku dan meminta ku untuk tesenyum lagi.  

ya Tuhan…. laki-laki ini telah membuatku luluh hanya dalam hitungan detik, lalu aku tersadar bahwa aku telah jatuh hati sangat teramat dalam pada lelaki berdarah medan ini.. benar-benar jatuh hati…

bahu itu, yang selalu menjadi tempat bersandar, rasanya sangat nyaman, dan kamupun tak pernah keberatan jika kepalaku bersandar disitu bahkan kamu tak segan memintaku untuk bersandar di bahumu, itu selalu jadi waktu favoritku, bersandar manja di bahumu.

siang itupun terkadang aku menyandarkan kepalaku dibahumu, aku senang, karena kamu tak pernah meminta agar aku berhenti bersandar di bahumu, kamu selalu dengan ikhlas membiarkanku bersandar dibahumu..

aku tak akan pernah lupa bagaimana kamu dengan gemasnya mencubit pipi gembulku, mencubitnya manja. cubitan yang seharusnya sakit tapi tak akan pernah terasa sakit, karena aku bisa merasakan rasa sayangmu yang tulus.

 siang itu aku ikut mencubit pipimu, kamu ingat? menyubitmu gemas, kenapa sih aku bisa sangat teramat-amat sayang ama kamu.

siang itu aku menatapmu dalam, sesosok laki-laki yang sedang duduk disebelahku, laki-laki yang kini membuatku tak bisa lepas darimu, sosok laki-laki yang akhir akhir ini sering membuat perutku geli seakan ada kupu-kupu yang berterbangan, 

sesosok laki-laki yang senyum manisnya selalu bisa membuatku luluh, 
sesosok laki-laki yang tawanya sangat renyah, 
sesosok laki laki yang aku anggap bukan hanya pacar tapi juga seorang kaka, 
sesosok laki-laki yang selalu melindungi aku hingga aku selalu merassa aman didekatnya, 
sesosok laki-laki yang punya selera humor dan selalu berhasil membuatku tertawa, 
sesosok laki-laki yang genggaman tangannya sangat hangat, 
 sesosok laki-laki yang bahunya selalu jadi tempat nyaman untuk bersandar, 
sesosok laki laki yang menurutku dia laki-laki terganteng ke 2 setelah ayahku, 
sesosok laki-laki yang akhir-akhir ini selalu ada di kepalaku, sesosok laki-laki yang selalu dengan sabarnya mengerti aku, sesosok laki laki yang bisa membuatku ketakutan bukan main saat marah, 
sesosok laki-laki yang aku sayangi dengan tulus, sesosok laki-laki yang bagaimanapun dia akan selalu ada dihatiku, ditempat yang paling spesial…..

entah sudah seberapa dalam perasaanku pada laki-laki ini, laki-laki yang sangat aku takutkan kepergiannya…

aku masih menatapmu dengan dalam, membayangkan bagaimana perasaanmu padaku, memikirkan tentang kita, bertanya-tanya mengapa kita berbeda. 

sudah cukup, jangan pikirkan lebih jauh lagi, aku tak mau nantinya kita terlibat pertengkaran karena perbedaan, aku masih belum sanggup untuk melepasmu, masih belum siap berpisah denganmu, itu sebabnya aku tak pernah dan tak ingin berbicara tentang perbedaan kita. 

biarlah untuk waktu yang entah sampai kapan kita merasa sama….

mungkin aku terlalu lama menatapmu hingga akhirnya kamu tersadar dan bertanya ttg tingkahku yg aneh, aku hanya tersenyum, menarik napas panjang dan berkata “gapapa” dalam hati aku berbisik I do love you.

Sumber :  https://tulisantentangakudankamu.wordpress.com/tag/tulisan/

No comments:

Post a Comment