Saturday, April 18, 2015

Aku Sedih Karenamu

 
Dahulu kita selalu bersama.
Dahulu kita selalu berdua.
Dengan canda tawa.
Selalu bahagia.

Sekarang apakah masih bisa seperti dulu.
Dengan canda tawa dan kebahagiaan.
Tapi di-saat aku sudah mempercayaimu.
Engkau malah membohongiku.

Kau telah menghancurkan kepercayaanku kepada-mu.
Kesedihan-ku semakin mendalam.
Air mata-ku terus menerus mengalir dan keluar.
Apakah engkau sadar dengan sikap-mu kepada-ku.

Apakah engkau tahu isi hati-ku.
Aku tak tahu sekarang.
Aku sudah tidak bisa memikirkan semua-nya.
Kamu telah merusak semua keinginan-ku.

Kamu menghancurkan cita-citaku.
Berpikirlah sedikit.
Anggaplah aku ada seperti dulu.

Ingatkah engkau saat kita dulu.
Kamu selalu ada untuk-ku.
Tapi sekarang kamu berubah.
Tak seperti dahulu yang aku kenal.

Sadahkah engkau.
Aku selalu mengingatmu.
Tapi engkau tidak pernah mengganggapku ada.
Aku sedih.

Apakah aku hanya pelarianmu saja.
Apakah aku akan kamu lupakan.
Apakah janji-janjimu hanya omong kosong belakang.
Semua harapan-mu untuk-ku apakah masih kau ingat.

Disaat aku memperjuangkanmu.
Disaat aku menjaga perasaanmu.
Disitu kamu malah menyia-nyiakanku.
Dan disitu aku hanya bisa terdiam.

Aku membalas-nya hanya dengan do'a.
Tapi disaat aku sudah lelah.
Disaat aku sudah capek terus-menerus disakiti.
Aku membalas dan membuatmu sakit hati dengan omonganku.

Tapi disitu aku tidak bermaksud.
Aku hanya ingin engkau sadar dengan tingkahlaku-mu kepada-ku.
Yang selalu menyakiti hati-ku.
Aku pun tahu disitu hatimu terluka.

Aku tak bermaksud menyakiti hatimu.
Tapi aku lelah.
Aku... Capek.
Ketahuilah itu.

Aku hanya ingin dianggap seperti dulu.
Aku hanya ingin engkau tidak nakal diluar sana.
Saat tidak bersamaku.
Bersama ragaku.

Aku ingin engkau seperti dahulu.
Dulu aku selalu memperjuangkanmu.
Dulu aku selalu menahan amarah-ku kepada-mu.
Ketahuilah disitu aku sakit.

Aku bersedih.
Saat engkau menyia-nyiakanku.
Saat engkau tak menganggapku ada.
Aku tak tahu sekarang harus bagaimana.

Disini aku selalu memikirkanmu.
Tapi apakah engkau sama dengan pemikiranku.
Kamu... Yang telah membuatku senang, sedih, kesal, bete, dan lain-lain.
Aku sedih
 
Sumber :  http://mochammadoglawidiana.blogspot.com/2014/04/aku-sedih-karenamu.html

No comments:

Post a Comment