Tuesday, March 31, 2015

Kisah Cinta Sejati


Namaku Linda dan aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberikanku sebuah pengajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat dan mengagumkan seperti dalam novel-novel romantis, tetapi tetap bagiku ia adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari semua novela tersebut.

Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu di sebuah majlis resepsi pernikahan dan kata ayahku dia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk ke dalam ruangan. Saat itu dia tahu, inilah wanita yang akan dikahwininya. Ia menjadi kenyataan dan mereka telah bernikah selama 40 tahun dengan tiga orang anak. Aku anak sulung, telah berkahwin dan memberikan mereka dua orang cucu. Ibu bapaku hidup bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi ibu bapa yang sangat baik bagi kami, membimbing kami dengan penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.

Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Beberapa jiran kami mengajak ibuku pergi ke pembukaan pasaraya yang menjual alat-alat keperluan rumah tangga. Mereka mengatakan hari pembukaan adalah waktu terbaik untuk berbelanja barang keperluan kerana barang sangat murah dengan kualiti yang berpatutan.
Tapi ibuku menolaknya kerana ayahku sebentar lagi akan pulang dari kerja. Kata ibuku,”Ibu tak akan pernah meninggalkan ayahmu sendirian”.

Perkara itu yang selalu ditegaskan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita, aku wajib bersikap baik terhadap suamiku dan selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sihat mahupun sakit. Seorang wanita harus menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu. Menurut mereka, itu hanyalah lafaz janji pernikahan, omongan kosong belaka. Tapi aku tetap mempercayai nasihat ibuku.

Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami sekeluarga mengalami berita duka. Setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi dan menjadi lumpuh. Doktor mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, dia harus menghabiskan sisa hidupnya di pembaringan.

Ayahku, seorang lelaki yang masih sihat di usia tuanya. Tetapi dia tetap setia merawat ibuku, menyuapinya, bercerita segala hal dan membisikkan kata-kata cinta pada ibu. Ayahku tak pernah meninggalkannya. Selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya. Ayahku pernah mengilatkan kuku tangan ibuku, dan ketika ibuku bertanya ,”Untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua dan hodoh sekali”.
Ayahku menjawab, “Aku ingin kau tetap merasa cantik”.
Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, merawat ibuku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,”Kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?”
Aku menggeleng, dan ibuku berkata, “Kerana aku tak pernah meninggalkannya…”

Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan Ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggungjawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, dan cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.

Sumber:  https://cintadearhaniey.wordpress.com/2007/02/15/kisah-cinta-sejati/

Kau, Jadilah Teman Hidupku

Apa berlebihan bila aku merindumu setiap waktu?

"Kau tahu sayang.....aku benci berjauh-jauh darimu. 
sebab kau seperti udara bagiku, aku sulit bernafas tanpamu"
-Jangan kau pikir aku bermain kata sayang, saat ini aku sesak sendiri (Fasih Radiana)

Baru sehari aku tanpamu, sudah merasa jadi orang yang paling awam soalmu.
 Jujur saja, aku justru takut jadi pecandumu. 
Aku begitu takut tak bersinggungan dengan pelukmu. 
Aku tahu, aku betul-betul tahu sedalam apa aku jatuh disudut hatimu. 
Disana, aku tak bisa bertahan sendirian. 
Aku yang tiba-tiba jadi begitu lemah tanpa genggammu, aku yang jadi lemah bila melangkah tak dijejakmu.

"Dan kini kau adalah bagian yang melekat ditulangku. Aku hilang kendali tanpamu" (Fasih Radiana)
Ternyata ada rindu yang datangnya setiap hari, ingin denganmu setiap waktu.
Lalu dengan cara apalagi melunasinya. 
Sebab pun kuhabiskan seharian bersamamu tak juga membuat rindunya luruh dalam ruang yang sama. 
Jadi, bagaimana mungkin aku bisa berjarak, sedang renjana mengutuk purnama bila tak terang direngkuhku. 
Ah, lalu bagaimana caranya aku mengisi sepi saat diam-diam kau menggeser langkahmu menjauhiku. Untuk alasan apapun sayang...
.jangnan menoleh kearah manapun kecuali kembali menatapku.


"kau pasti tau, aku takkan pernah rela membagimu dengan suatu apapun. kau harus tahu, hanya aku yang boleh memiliki cintamu.
- Dalam cinta, kupikir sah-sah saja menjadi satu-satunya (Fasih Radiana)


Pernahkan sejenak saja kau renungkan betapa aku gelisah menunggumu menjadi yang sah untuk kucintai sejak pagi sampai dini hari?
 katamu dalam lirik lagu, kan kaujelang bahagia bersamaku. 
Tapi bisakan barang sebentar, kau coba yakinkan aku ketika ragu tiba-tiba mengganggu?
 maukah memaklumiku yang sewaktu-waktu mengais-ngais masa lalumu, sebab terkadang ada luka menyayat-nyayat dadaku mengingat -ingat dirimu yang dulu.


"Jangan pernah lepaskan apa yang sudah kau genggam sayang. sebab sekali kau tinggalkan, ia tak sudi lagi kembali kepelukan"
-Meski dalam cinta, pun berkali-kali disakiti tetap saja diampuni (Fasih Radiana)

Tak perlu berjanji untuk menetap disisi.
Aku sadar betul kau tetap manusia biasa. 
Kita hanya bisa berencana, selebihnya kuasa tuhan yang berbicara. 
Aku sadar betul, berkali-kali kuingatkan pada hatiku untuk tidak terlalu bergantung dijarimu. 
Hanya saja ternyata sulit bagiku tak berada didekatmu. 
Punsemisal jarak dibentang, lalu kita bersebrangan, jangan pernah jauhkan juga hatimu, jadi jangan pernah hentikan hal-hal kecil yang kau lakukan denganku.
 Sebab yang sederhana itu....awal mula dari "KITA"

111213:03.33 -Aku masih mengingatmu, katamu, jangan pernah tinggalkan aku meski ternyata aku tak seperti yang kau mau. sebab (jikapun) kecewa bukan alasan untuk meninggalkan, bukan?

Sumber: http://fasihradiana.blogspot.com/2013/12/kau-jadilah-teman-hidupku.html



Monday, March 30, 2015

Bahagia Bersamamu

Buat aku jadi bahagiamu.. 
Meski kian dalam rasa ku padamu.. 
Meski kian berat perasaan yang kupendam pada dirimu.. 
Dan pada akhirnya, Bibirku hanya diam tak mampu berucap dihadapanmu.. 

Buat aku jadi satu-satunya yang kamu cintai.. 
Walau galau hatiku.. 
Walau perih hati ini.. 
Ketika kau tak ada disampingku.. 

Buat aku jadi satu-satunya yang ada dihatimu.. 
Meski aku bukan satu-satunya orang yang mencintaimu.. 
Meski aku bukan satu-satunya orang yang berdiri disampingmu.. 
Dan pada akhirnya, 
Aku tak bisa berpaling darimu meski hanya untuk beberapa detik.. 

Aku menghitung waktuku.. 
Waktu yang kuhabiskan bersamamu.. 
Waktu dimana kita tertawa.. 
Bercanda.. Menangis.. Bertengkar.. Marah.. 

Dan melakukan segalanya berdua.. 
Hanya aku dan kamu.. 
Kamu dan aku.. 

Aku tak sempurna tanpa dirimu.. 
Karena sesungguhnya yang kurasa adalah bahagia bersamamu.. 

Sumber : http://okepuisi.blogspot.com/2013/02/puisi-rasa-bahagia-bersamamu.html